Published:Juni 1, 2026

Rabobank: Fed beralih dari bias pelonggaran karena risiko inflasi berlanjut

Strateg Senior AS Rabobank Philip Marey memperbarui prospek bank untuk AS dan Federal Reserve, mencatat bahwa Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) telah bergeser dari bias pelonggaran menjelang pertemuan pertama Warsh. Marey menekankan bahwa perkembangan di Timur Tengah kemungkinan akan mempertahankan harga energi pada tingkat tinggi, faktor yang dapat mempertahankan tekanan inflasi dan menunda waktunya pemotongan suku bunga Fed.

Pandangan Rabobank tentang kebijakan dan dinamika inflasi

Menurut Rabobank, pergeseran FOMC dari bias pelonggaran mencerminkan penilaian ulang terhadap risiko inflasi sehubungan dengan perkembangan geopolitik yang dapat memengaruhi biaya energi. Bank tersebut menunjukkan bahwa harga energi yang tinggi menjadi input bagi inflasi headline dan bahwa kondisi ini membuat pengurangan suku bunga lebih awal menjadi kurang mungkin sampai muncul bukti yang lebih jelas tentang disinflasi. Rabobank mengaitkan pergeseran ini dengan potensi implikasi terhadap imbal hasil Treasury AS dan sikap umum kebijakan moneter.

Mengapa trader Forex harus memperhatikan

Pasar valuta asing mungkin tetap sensitif terhadap perubahan ekspektasi tentang arah kebijakan Fed. Rabobank menunjukkan bahwa trajektori pelonggaran yang tertunda akan memengaruhi diferensial suku bunga dan dengan demikian dinamika nilai tukar. Pasar mungkin akan fokus pada:

  • DXY — ekspektasi terhadap waktu pemotongan dapat memengaruhi indeks dolar saat para pedagang menilai ulang premi suku bunga AS.
  • EUR/USD and GBP/USD — pasangan ini dapat dipengaruhi oleh pergeseran imbal hasil AS dan prospek perbandingan untuk kebijakan Eropa dan Inggris.
  • USD/JPY — ekspektasi seputar imbal hasil AS dan diferensial carry relevan untuk cross ini.

Rabobank juga mencatat keterkaitan antara risiko inflasi yang didorong oleh energi dan penetapan harga aset yang lebih luas, dengan reaksi bergantung pada seberapa persisten pasar menilai efek inflasi tersebut.

Pasar akan memantau rilis makro AS yang akan datang dan komunikasi Fed seputar pertemuan pertama Warsh untuk mengonfirmasi pandangan Rabobank. Para trader kemungkinan akan memperhatikan data dan komentar Fed untuk menilai apakah inflasi tetap cukup lengket sehingga menunda pemotongan suku bunga.