Published:Juni 24, 2026

Cboe mempertimbangkan mengonversi futures kontinu BTC dan ETH menjadi kontrak perpetual: laporan

Cboe Global Markets dilaporkan sedang mempertimbangkan mengonversi futures Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH) berkelanjutan yang terdaftar di bursa menjadi kontrak perpetual, sebuah perubahan yang akan menyelaraskan rangkaian produknya dengan format yang telah menjadi dominan di venue kripto-native. Langkah ini, yang dilaporkan oleh Cointelegraph pada 23 Juni 2026, terjadi seiring perubahan regulasi di U.S. yang mempercepat adopsi perpetual kripto dan saat pesaing termasuk Coinbase dan Kalshi memperluas penawaran derivatif mereka.

Apa arti konversi ini dalam praktiknya

Kontrak perpetual berbeda dari futures tradisional yang terdaftar di bursa—baik yang kontinu maupun yang berakhir—terutama dalam dua hal: mereka tidak memiliki tanggal kedaluwarsa tetap dan biasanya menggunakan mekanisme funding-rate untuk mengaitkan harga futures dengan pasar spot yang mendasarinya. Sebaliknya, futures kontinu disusun untuk menyediakan seri harga yang berkelanjutan dari rangkaian kontrak yang berakhir dan diselesaikan melalui lembaga kliring yang mapan di bawah kerangka kerja futures yang ada.

Mengonversi futures kontinu yang terdaftar di bursa menjadi perpetual kemungkinan akan membutuhkan perubahan pada mekanika perdagangan, terutama pengenalan pembayaran funding antara posisi long dan short serta penyesuaian pada proses margin dan manajemen risiko. Ini juga dapat mengubah konvensi penyelesaian dan cara bursa serta lembaga kliring menangani eksposur intraday dan overnight. Perubahan operasional tersebut akan signifikan bagi perusahaan yang menyediakan layanan kustodi, prime brokerage, dan kliring bagi peserta institusional.

Mengapa ini penting bagi struktur pasar dan likuiditas

Adopsi kontrak perpetual di venue mapan seperti Cboe bisa merombak distribusi likuiditas antar bursa. Kontrak perpetual telah menjadi instrumen likuid pilihan di banyak meja perdagangan ritel dan institusional karena sifatnya yang kontinu dan seringkali spread yang lebih ketat di sekitar harga spot. Jika Cboe memindahkan volume ke format perpetual, likuiditas yang saat ini berada di venue kripto-native bisa mengalir ke buku order bursa yang teregulasi, mengubah strategi market-making dan berpotensi mempersempit basis futures–spot.

Persaingan antar venue mungkin akan intensif. Laporan tersebut mencatat perluasan penawaran mirip-perpetual oleh Coinbase dan Kalshi; konversi oleh Cboe bisa mendorong inovasi produk lebih lanjut serta persaingan biaya/kliring saat venue berupaya menarik aliran institusional. Pembuat pasar akan perlu mengkalibrasi kembali hedging, karena dinamika funding-rate dapat menciptakan biaya carry berulang atau pendapatan yang memengaruhi kuotasi dan inventaris dealer.

Ada juga implikasi bagi arbitrase ETF dan hedging institusional. Mekanika funding pada perpetual dapat memengaruhi biaya memegang posisi lindung dibandingkan dengan futures berakhir tetap atau eksposur spot, yang pada gilirannya dapat memengaruhi ekonomi perdagangan yang digunakan oleh manajer aset dan meja arbitrase. Setiap perubahan berkelanjutan pada dinamika penetapan harga futures akan diawasi ketat oleh pelaku yang mengeksekusi strategi lintas-pasar.

Pertimbangan regulasi dan kliring akan menjadi hal sentral. Futures di bursa terdaftar berada di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan dikliring melalui lembaga kliring yang diatur; mengonversi jenis produk dapat memicu dialog dengan regulator dan counterparties tentang model margin, manajemen default dan interaksi pembayaran funding dengan aturan yang ada. Penyedia infrastruktur pasar—dari kustodi hingga kliring—harus menilai dampak operasionalnya.

Pelaku pasar akan mengamati pengumuman resmi dari Cboe, pembaruan dari venue pesaing seperti Coinbase dan Kalshi, serta pedoman regulasi dari CFTC atau otoritas lain. Indikator kunci yang perlu dipantau meliputi migrasi volume dan open interest antar venue, tingkat funding-rate pada kontrak baru, spread terhadap spot, dan setiap perubahan pada persyaratan margin lembaga kliring.