Published:April 5, 2026

Trump Mengatakan Kesepakatan dengan Iran Mungkin Tercapai pada Senin, tetapi Mengancam Serangan jika Hormuz Tetap Ditutup

Presiden AS Donald Trump pada 5 April 2026 mengatakan bahwa kesepakatan dengan Iran mungkin dapat tercapai paling cepat pada hari Senin, menandakan bahwa jalur negosiasi masih terbuka meskipun konfrontasi masih berlangsung. Reuters melaporkan bahwa Trump mengatakan Iran sedang bernegosiasi, yang sempat memberi pasar alasan untuk berharap pada kemungkinan terobosan diplomatik.

Pada saat yang sama, Trump secara tajam meningkatkan nadanya. Dalam laporan terpisah Reuters, ia mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menargetkan infrastruktur Iran pada hari Selasa jika Selat Hormuz tetap diblokir. Ancaman itu secara khusus menyebut infrastruktur seperti pembangkit listrik dan jembatan, yang menunjukkan bahwa Washington sedang menekan Teheran dengan menghubungkan diplomasi secara langsung dengan pembukaan kembali salah satu rute transit minyak terpenting di dunia.

Kombinasi dua pesan ini telah menciptakan situasi yang sangat tegang bagi pasar global. Di satu sisi, masih ada harapan bahwa negosiasi dapat mencegah eskalasi yang lebih luas. Di sisi lain, ancaman serangan langsung terhadap infrastruktur berarti risiko guncangan militer baru tetap sangat nyata. Karena itu, investor kini berada di antara kemungkinan penyelesaian diplomatik dan potensi meluasnya konflik.

Selat Hormuz sangat penting karena merupakan jalur pengiriman utama bagi aliran minyak global. Selama jalur itu masih terganggu, pasar kemungkinan akan tetap gelisah terhadap harga energi, risiko inflasi, dan keamanan pasokan. Inilah sebabnya komentar Trump langsung penting bukan hanya bagi geopolitik, tetapi juga bagi minyak, mata uang, saham, dan sentimen risiko secara umum.