Published:Februari 12, 2026

Saham Asia Cetak Rekor, Dolar Menguat Tipis Usai Data Tenaga Kerja AS Lebih Kuat; Fokus Beralih ke Rilis Inflasi Jumat

Bursa saham Asia mencetak rekor baru pada Kamis, sementara dolar AS menguat tipis setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan menurunkan peluang pemangkasan suku bunga The Fed secara “cepat”.

Angka pasar tenaga kerja yang solid mendorong ekspektasi kebijakan moneter yang lebih hati-hati, menopang imbal hasil (yield) AS, dan memberi dorongan moderat pada dolar terhadap mata uang utama.

Dengan arah suku bunga kembali menjadi pusat perhatian, investor kini menunggu katalis berikutnya: rilis data inflasi AS pada Jumat, yang berpotensi mengubah kembali perkiraan kapan dan seberapa cepat The Fed bisa mulai melonggarkan kebijakan.

Yang dipantau pasar selanjutnya

  • Inflasi Jumat: apakah tekanan harga cukup mereda untuk menghidupkan kembali harapan cut lebih dekat.
  • Pricing suku bunga: perubahan probabilitas pasar untuk pertemuan The Fed mendatang.
  • Arah dolar: apakah penguatan berlanjut jika yield tetap didukung.
  • Selera risiko ekuitas: apakah rekor saham bertahan di tengah ketidakpastian makro.