Published:Mei 30, 2025

Kegilaan Forex: Pidato Ketua Fed Siap Mengguncang Pergerakan Pasar

Pound sterling Inggris melemah tajam selama sesi perdagangan New York pada hari Jumat, karena ketegangan perdagangan semakin memanas. Situasi ini memuncak setelah Presiden AS menuduh secara tegas bahwa China telah sepenuhnya melanggar kesepakatan dagang terbaru.

Dalam sebuah postingan di media sosial, sang presiden menyatakan bahwa China telah sepenuhnya melanggar perjanjian tersebut, sehingga mengubah momen positif menjadi situasi yang buruk.

Lebih lanjut, Menteri Keuangan Bessent menyebut dalam sebuah wawancara dengan Fox News bahwa pembicaraan perdagangan antara AS dan China saat ini sedang mengalami kebuntuan.

Pound turun hingga mencapai level terendah dalam delapan hari, yakni 0.8436 terhadap euro dan 1.1060 terhadap franc Swiss. Para analis memperkirakan dukungan berikutnya untuk euro berada di kisaran 0.86 dan untuk franc di sekitar 1.09.

Terhadap dolar AS, pound merosot dari level tertinggi dua hari sebelumnya di 1.3510 menjadi 1.3447, dengan dukungan diperkirakan di sekitar level 1.31.

Demikian pula, sterling turun terhadap yen, mencapai 193.63 dibandingkan dengan level terendah tiga hari sebelumnya yang tercatat 193.40. Jika penurunan terus berlanjut, dukungan berikutnya kemungkinan berada di sekitar 190.00.