Euro melemah mendekati 1.1355 saat taruhan kenaikan The Fed meningkat menjelang PCE
The euro weakened to around 1.1355 against the US Dollar (USD) in early Asian trade on Thursday, slipping to its lowest level since June 2025 as market participants increased bets on additional US interest rate hikes later this year ahead of the US PCE inflation release.
Implikasi terhadap ekspektasi Fed, imbal hasil Treasury, dan Dolar AS
Pasar menaruh perhatian lebih pada rilis inflasi PCE AS — ukuran inflasi pilihan The Fed — sebagai input utama untuk ekspektasi kebijakan. Data PCE yang memperkuat ekspektasi inflasi yang lebih kuat dapat membuat ekspektasi kebijakan The Fed menjadi lebih condong ke pengetatan, dan penentuan harga pasar atas jalur suku bunga AS mungkin tetap sensitif terhadap hasil tersebut. Pergerakan imbal hasil Treasury AS kemungkinan akan bereaksi terhadap setiap revisi ekspektasi suku bunga, dan Dolar AS dapat dipengaruhi oleh pergeseran dinamika imbal hasil serta pesan dari The Fed.
Mengapa perkembangan ini penting bagi pelaku pasar valuta dan pasangan mata uang utama
Bagi pelaku pasar valuta, periode menjelang rilis PCE menjadi titik fokus karena data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi mengenai waktu dan besaran tindakan The Fed. EUR/USD sudah diperdagangkan mendekati level terlemahnya sejak Juni 2025 saat para trader menilai ulang prospek suku bunga AS. GBP/USD dan USD/JPY adalah beberapa pasangan lain yang mungkin terpengaruh seiring pasar menafsirkan kembali selisih suku bunga global dan aliran aset aman yang terkait dengan imbal hasil Treasury. Reaksinya akan bergantung pada hasil PCE dan interpretasi pasar selanjutnya tentang bagaimana The Fed mungkin merespons.
Pasar akan memantau rilis inflasi PCE AS secara cermat, bersama setiap komentar lanjutan dan pergerakan imbal hasil Treasury AS, saat mereka berupaya menilai kembali ekspektasi kebijakan The Fed dan implikasinya terhadap Dolar AS serta pasangan mata uang utama.

