Published:Februari 16, 2026

Bursa GCC Mayoritas Melemah karena Kekhawatiran Eskalasi AS–Iran; Mesir Cetak Rekor Usai Pemangkasan Suku Bunga 100 bps

Mayoritas pasar saham negara-negara GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) ditutup melemah karena investor bersikap hati-hati di tengah kekhawatiran risiko eskalasi yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Ketidakpastian geopolitik menekan selera risiko dan mendorong posisi lebih defensif.

Berbeda dengan itu, indeks acuan Mesir melonjak dan menembus rekor tertinggi baru setelah bank sentral memangkas suku bunga sebesar 100 basis poin. Pasar menilai langkah tersebut sebagai dukungan bagi likuiditas dan ekspektasi pertumbuhan domestik.

Pelaku pasar menilai perbedaan arah ini menunjukkan bagaimana geopolitik dapat membebani aset berisiko di kawasan Teluk, sementara pelonggaran kebijakan moneter dapat menjadi katalis lokal yang kuat di negara lain di kawasan.

Yang dipantau investor berikutnya

  • Berita AS–Iran: sinyal eskalasi/de-eskalasi yang dapat mengubah premi risiko regional.
  • Sensitivitas minyak: apakah harga minyak bereaksi terhadap risiko pasokan dan pelayaran.
  • Dampak kebijakan Mesir: efek suku bunga lebih rendah pada perbankan, properti, dan konsumsi.