Pasar Tipis Jelang Libur, Data Cina dan AS Jadi Sorotan

Pekan 22–26 Desember adalah periode libur klasik: banyak dealing desk yang sepi, likuiditas menipis, dan sejumlah bursa tutup karena Natal. Meski begitu, masih ada beberapa rilis data penting yang bisa menggerakkan pasar valas – terutama dari Cina, Inggris, dan Amerika Serikat – plus sinyal inflasi baru dari Jepang.
Penggerak utama pekan ini adalah keputusan suku bunga bank sentral Cina (PBoC), rilis terakhir PDB kuartal III dan core PCE dari AS, serta data CPI Tokyo di akhir pekan. Di saat yang sama, penutupan pasar pada hari Natal dan Boxing Day membuat kejutan kecil dalam data pun berpotensi menimbulkan pergerakan intraday yang berlebihan.
Di bawah ini adalah rangkuman per hari tentang agenda utama, pasangan mata uang yang mungkin paling aktif, serta contoh skenario trading. Semua waktu menggunakan GMT. Ide trading disajikan hanya untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran investasi pribadi.
Senin, 22 Desember 2025
Cina: Keputusan Suku Bunga PBoC
Waktu: 01.15 GMT (perkiraan)
Dampak: AUD/USD, NZD/USD, USD/CNH, indeks Asia
People’s Bank of China (PBoC) banyak menentukan sentimen risiko di kawasan Asia. Setelah beberapa kali pemangkasan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan, konsensus pasar memperkirakan PBoC akan mempertahankan suku bunga acuan di sekitar 3,00%. Namun, nada pernyataan terkait pertumbuhan, sektor properti, dan permintaan eksternal tidak kalah penting dibanding level suku bunganya sendiri.
Nada yang lebih suportif dan isyarat kemungkinan pelonggaran lanjutan biasanya akan:
- Mendorong minat risiko di Asia dan menguatkan AUD, NZD, serta mata uang emerging market.
- Menekan USD/CNH lebih rendah dan membantu mata uang pro-siklus terhadap dolar.
Sebaliknya, kejutan berupa nada lebih ketat atau pandangan negatif terhadap prospek pertumbuhan cenderung menguntungkan dolar AS dan yen.
Inggris: PDB Final Kuartal III
Waktu: 07.00 GMT
Dampak: GBP/USD, EUR/GBP, saham Inggris
Estimasi final PDB Inggris untuk kuartal III biasanya bukan data yang sangat besar pengaruhnya, tetapi di pekan libur yang sepi data tetap mampu menggerakkan sterling, terutama jika hasilnya berbeda dari estimasi awal +0,1%.
Angka yang lebih kuat akan mengonfirmasi bahwa ekonomi Inggris masih bertahan hingga akhir tahun dan dapat:
- Mendukung GBP/USD dan sedikit menekan indeks FTSE 100 (karena ekspektasi suku bunga lebih tinggi).
- Menekan EUR/GBP jika data zona euro tetap lemah.
Angka PDB yang lebih lemah akan menambah kekhawatiran terhadap pertumbuhan dan menekan pound.
Gambaran teknikal (GBP/USD)
Cable berfluktuasi di kisaran 1,33 tengah, dengan rentang pekan lalu sekitar 1,3320–1,3440. Support terdekat berada di area 1,3320–1,3350, sementara resistance terlihat di sekitar 1,3440–1,3480.
Contoh ide trading
- Skenario: PDB final direvisi naik dan melampaui ekspektasi.
- Entry: pertimbangkan posisi buy GBP/USD saat harga mampu bertahan di atas 1,3440 pada grafik H1.
- Stop-loss: di bawah area breakout, sekitar 1,3360.
- Take-profit: target awal di zona 1,3550–1,3600.
Gambaran teknikal (AUD/USD)
AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,6610–0,6620 setelah pekan yang relatif sempit, dengan support jangka pendek dekat 0,6590 dan resistance di 0,6650–0,6670.
Contoh ide trading
- Skenario: PBoC menahan suku bunga tetapi memberikan pernyataan dovish yang pro-pertumbuhan.
- Entry: cari peluang buy di atas 0,6650 setelah lonjakan awal, idealnya pada retest area breakout.
- Stop-loss: di bawah 0,6600.
- Take-profit: kisaran 0,6720–0,6740, dengan opsi trailing jika sentimen risiko tetap positif.
Selasa, 23 Desember 2025
Australia: Risalah Rapat RBA
Waktu: 00.30 GMT
Dampak: AUD/USD, AUD/JPY, AUD/NZD
Risalah rapat Desember Reserve Bank of Australia akan memberi detail tambahan tentang seberapa nyaman bank sentral dengan pemangkasan suku bunga sebelumnya dan arah inflasi ke depan. Sinyal bahwa risiko inflasi masih tinggi dan opsi pengetatan lanjutan tetap terbuka akan mendukung AUD; sebaliknya, nada yang jelas dovish cenderung membebani Aussie.
Inggris: PDB Final Lagi, Sesi Amerika Penuh Data
Di beberapa kalender global, rilis final PDB Inggris juga tercatat pada hari Selasa, tetapi fokus utama pasar akan bergeser ke Amerika Utara, di mana serangkaian data penting keluar dalam satu blok waktu.
Kanada: PDB Oktober
Waktu: 13.30 GMT
Dampak: USD/CAD, CAD/JPY, cross CAD
PDB bulanan Kanada adalah indikator penting bagi Bank of Canada. Angka Oktober yang lebih lemah setelah periode pertumbuhan menguatkan ekspektasi kebijakan yang lebih longgar di 2026, sedangkan kejutan positif akan mengangkat CAD – terutama di pasar liburan yang tipis.
AS: PDB Final Kuartal III, Indeks Harga PDB, Core PCE
Waktu: 13.30 GMT
Dampak: EUR/USD, USD/JPY, indeks AS, emas
Ini adalah klaster makro utama pekan ini: PDB final kuartal III, indeks harga PDB, dan – yang paling penting – komponen core PCE di dalamnya. Bagi The Fed, kombinasi pertumbuhan dan inflasi inilah yang membentuk jalur suku bunga awal 2026.
- PDB kuat dan core PCE yang lebih panas dari perkiraan mendukung dolar, mendorong yield naik, dan bisa menekan saham serta emas.
- PDB yang lebih lemah dan core PCE yang lebih dingin memperkuat skenario pemangkasan suku bunga lebih awal dan lebih dalam, menekan USD dan mendukung aset berisiko.
AS: Pesanan Barang Tahan Lama, Produksi Industri, Utilisasi Kapasitas
Waktu: 13.30–14.15 GMT
Data ini menggambarkan sisi manufaktur ekonomi AS: pesanan barang tahan lama dan produksi industri akan mengonfirmasi atau justru bertentangan dengan gambaran PDB. Secara umum, data manufaktur yang kuat menguatkan skenario bullish-USD, sementara data yang lemah menggeser keseimbangan ke arah dolar yang lebih lemah.
AS: Indeks Kepercayaan Konsumen Conference Board
Waktu: 15.00 GMT
Dampak: pasangan USD, saham AS
Kepercayaan konsumen adalah indikator awal untuk belanja rumah tangga dan momentum ekonomi secara keseluruhan. Pemulihan indeks sejalan dengan narasi pertumbuhan yang kuat dan mendukung USD; penurunan kembali justru menambah kekhawatiran tentang ketahanan ekspansi.
Gambaran teknikal (EUR/USD)
EUR/USD bergerak di sekitar 1,1700–1,1710. Support terdekat berada di 1,1680, dengan area support yang lebih dalam di sekitar 1,1600. Resistance terlihat di kisaran 1,1760–1,1800.
Contoh ide trading
- Skenario: PDB AS dan core PCE sama-sama lebih tinggi dari perkiraan.
- Entry: pertimbangkan posisi sell EUR/USD ketika harga kembali turun di bawah 1,1680 setelah rilis data.
- Stop-loss: di atas 1,1760.
- Take-profit: target awal dekat 1,1600, dengan potensi perpanjangan hingga 1,1550 jika penguatan USD meluas.
Gambaran teknikal (USD/JPY)
USD/JPY bergerak dekat level tertinggi tahunannya di sekitar 157,5–158,0, dengan support jangka pendek di area 155,50–156,00. Kondisi ini membuat pasangan ini sensitif terhadap perubahan ekspektasi pasar terhadap BoJ dan The Fed.
Contoh ide trading
- Skenario: data AS cenderung campuran hingga lemah, core PCE di bawah perkiraan.
- Entry: cari peluang sell taktis pada USD/JPY jika harga gagal bertahan di atas 157,00 dan penutupan H1 kembali di bawah level tersebut.
- Stop-loss: di atas 158,00.
- Take-profit: area 155,80–156,00, dengan ruang untuk trailing jika sentimen risk-off mereda.
Rabu, 24 Desember 2025
Jepang: Leading Indicators (Final)
Waktu: 00.00 GMT
Dampak: terbatas, terutama cross JPY
Rilis final leading indicators dari Jepang jarang menggerakkan pasar secara langsung, tetapi memberikan gambaran tambahan tentang siklus ekonomi domestik. Di sesi libur dengan likuiditas tipis, bahkan data kelas dua kadang cukup untuk memicu volatilitas jangka pendek pada pasangan yen.
AS: Klaim Pengangguran Mingguan
Waktu: 13.30 GMT
Dampak: pasangan USD, indeks AS
Data klaim pengangguran mingguan memberikan pembacaan berfrekuensi tinggi atas kondisi pasar tenaga kerja. Dalam konteks saat ini, angka klaim yang stabil menguatkan narasi bahwa ekonomi masih cukup tangguh, sedangkan lonjakan tak terduga akan menghidupkan kembali kekhawatiran resesi keras.
AS: Persediaan Minyak dan Gas Alam
Waktu: 15.30 dan 17.00 GMT
Dampak: WTI, Brent, cross CAD, NOK, RUB
Data persediaan energi masih dapat menggoyang harga minyak, namun karena banyak desk yang sudah tutup lebih awal untuk malam Natal, likuiditas akan terpecah-pecah dan pergerakan harga cenderung lebih liar dari biasanya.
Secara keseluruhan, Rabu adalah hari “micro-event”: datanya penting, tetapi tidak mengubah peta besar; tema utamanya justru penutupan awal berbagai bursa dan broker menjelang Natal.
Kamis, 25 Desember 2025
Natal (Katolik) – Mode Libur Global
Dampak: likuiditas sangat tipis di hampir semua kelas aset
Pada Hari Natal, sebagian besar pasar saham dan obligasi utama di Eropa dan Amerika Utara tutup, dan volume transaksi valas pun turun tajam. Banyak broker menghentikan perdagangan atau beralih ke jadwal khusus liburan. Pergerakan intraday bisa sangat choppy dan tidak selalu mencerminkan faktor fundamental, karena didorong order kecil.
Jepang: Pidato Gubernur BoJ dan Tokyo CPI
Waktu: awal sesi Asia dan 23.30 GMT
Dampak: USD/JPY, EUR/JPY, cross JPY
Saat sebagian besar dunia libur, Jepang justru merilis dua agenda yang penting bagi pelaku pasar yen:
- Pidato Gubernur BoJ, Ueda, di mana setiap petunjuk mengenai kecepatan normalisasi kebijakan atau pandangan tentang inflasi dapat menggerakkan yen secara signifikan di pasar yang tipis.
- Data Tokyo CPI dan core CPI yang menjadi sinyal awal dinamika inflasi nasional dan dasar ekspektasi untuk rapat BoJ selanjutnya.
Tokyo CPI yang lebih tinggi dari perkiraan dan pidato Ueda yang kurang dovish biasanya mendukung penguatan yen dan menekan USD/JPY. Inflasi yang lembut dan nada yang hati-hati justru memberi sedikit ruang bernapas bagi dolar.
Gambaran teknikal (USD/JPY)
Dengan harga spot di sekitar 157,5–157,8, zona resistance utama masih berada di 157,80–158,50, sementara support terlihat di kisaran 155,50–156,00.
Contoh ide trading
- Skenario: Tokyo CPI naik di atas ekspektasi dan Ueda terdengar lebih optimistis terhadap inflasi.
- Entry: pertimbangkan sell USD/JPY pada break di bawah 156,00 setelah rilis data dan pidato.
- Stop-loss: di atas 157,20.
- Take-profit: target awal dekat 154,50, dengan fleksibilitas trailing jika penguatan yen meluas.
Jumat, 26 Desember 2025
Boxing Day – Eropa dan Inggris Sebagian Besar Tutup
Dampak: volume sangat rendah di sesi Eropa
Jumat adalah Boxing Day di banyak negara Eropa dan bagian negara-negara Persemakmuran. Banyak bursa dan bank lokal tutup atau beroperasi dengan jam terbatas, sehingga likuiditas makin tipis.
AS: Baker Hughes Rig Count
Waktu: sekitar 18.00 GMT
Dampak: minyak, saham energi
Data mingguan jumlah rig aktif dapat menggeser harga minyak, tetapi jarang menjadi penentu utama untuk pasar valas. Tanpa rilis makro besar lain, sesi terakhir pekan ini kemungkinan didominasi oleh penutupan posisi dan aliran teknikal, bukan tema fundamental baru.
Bagi sebagian besar trader, Jumat lebih cocok diperlakukan sebagai “hari perawatan portofolio”: mengelola posisi terbuka, memperketat stop, atau sekadar menepi sampai likuiditas kembali normal setelah liburan.
Cara Menyikapi Pekan Ini Secara Keseluruhan
1. Waspadai jebakan likuiditas musim libur
Kombinasi pasar yang tutup dan jumlah staf yang berkurang membuat pasar sangat sensitif terhadap order yang sebenarnya tidak terlalu besar. Spread bisa melebar tanpa peringatan, dan risiko slippage meningkat. Menggunakan ukuran posisi yang lebih kecil dan leverage yang lebih ringan adalah pilihan bijak pekan ini.
2. Hari fokus: Senin dan terutama Selasa
- Senin: keputusan PBoC dan PDB Inggris – menjadi tes awal sentimen risiko Asia dan kekuatan sterling di awal pekan.
- Selasa: hari makro utama, dengan risalah RBA, PDB Kanada, PDB final AS, core PCE, dan kepercayaan konsumen keluar dalam jendela waktu yang relatif sempit.
- Kamis malam (GMT): Tokyo CPI dan pidato Ueda – agenda utama bagi trader yen.
3. Pasangan yang perlu dipantau
- USD/JPY: sensitif terhadap data AS pada Selasa dan agenda Jepang pada Kamis malam.
- EUR/USD: terutama bereaksi terhadap kombinasi pertumbuhan dan inflasi AS.
- GBP/USD: bergerak mengikuti data PDB Inggris dan sentimen risiko umum di pasar tipis.
- AUD/USD: dipengaruhi oleh risalah RBA dan keputusan PBoC.
- USD/CAD: cocok untuk taktik jangka pendek seputar PDB Kanada dan pergerakan harga minyak.
4. Perdagangkan “reaksi atas reaksi”
Di pekan yang ringan namun sensitif terhadap berita utama seperti ini, gerak pertama setelah rilis data sering kali didorong oleh algo dan buku order yang tipis, bukan analisis yang matang. Menunggu lonjakan awal mereda lalu memperdagangkan pergerakan kedua dari level support/resistance yang jelas seringkali lebih tenang – dan kerap lebih efektif – dibanding mencoba menangkap tick pertama.
5. Pengingat risiko
Semua ide trading dalam ulasan ini hanya untuk tujuan edukasi dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi pribadi. Selalu sesuaikan skenario, level, dan aturan manajemen risiko dengan ukuran akun, gaya trading, dan harga pasar aktual pada saat Anda hendak masuk posisi.



