Tinjauan
Fakta Singkat
Informasi kontak dan dukungan
About ICE Markets
ICE Markets Limited adalah perusahaan yang didirikan di Uni Komoro (Pulau Otonom Anjouan), nomor registrasi 15911, dan memegang Lisensi Perantara Internasional dan Kamar Kliring No. L15911/IM yang diterbitkan oleh Anjouan Offshore Finance Authority berdasarkan Pemberitahuan Pemerintah No. 005 tahun 2005. Perusahaan ini juga diatur oleh Labuan Financial Services Authority (Labuan FSA) di Malaysia, sebagaimana diungkapkan dalam bagian FAQ; dokumen seperti Sertifikat Pendirian dan Lisensi Broker dirujuk di sana. ICE Markets mengoperasikan akun STP/ECN (NDD, A-Book) dengan Market Execution dan melaporkan eksekusi 100% perdagangan melalui penyedia likuiditas. Setoran minimum adalah USD 100 untuk akun trading dan USD 500 untuk akun yang dikelola; leverage default untuk akun yang dikelola adalah 1:10. Dana klien disimpan dalam akun terpisah di Standard Bank of South Africa Limited. ICE Markets tidak memberikan layanan kepada penduduk Amerika Serikat, Kanada, Israel, Selandia Baru, Iran, Korea Utara, dan yurisdiksi lain sesuai pemberitahuan hukumnya.
Untuk siapa
- Trader yang mencari eksekusi NDD/STP/ECN dengan akses langsung ke penyedia likuiditas.
- Klien yang mampu memenuhi ambang setoran minimum yang relatif rendah (USD 100 untuk trading, USD 500 untuk akun yang dikelola).
- Individu yang berada di yurisdiksi tempat ICE Markets diizinkan untuk beroperasi (tidak termasuk negara-negara yang dibatasi).
Kelebihan dan kekurangan
Kelebihan
- Diatur di bawah lisensi broker Labuan FSA dan lisensi lepas pantai Komoro (L15911/IM).
- Model STP/ECN dengan eksekusi pasar penuh melalui penyedia likuiditas (eksekusi 100%).
- Dana klien dipisahkan dan disimpan di bank ternama (Standard Bank of South Africa Limited).
- Ambang masuk relatif rendah untuk akun trading maupun akun yang dikelola.
Kekurangan
- Tidak memiliki otorisasi dari regulator global utama seperti FCA, CySEC, ASIC, NFA, atau BaFin.
- Dibatasi di yurisdiksi termasuk Amerika Serikat, Kanada, Israel, Selandia Baru, Iran, dan Korea Utara.















